Dasar Ilmu Sharaf

Posted on 3 years ago by Khaidir

Mengenal Ilmu Sharaf

ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan keadaan beberapa bentuk kata (bina’) yang meliputi jumlah huruf, harakat dan sukunnya seperti bentuk kata fi’il madhy (kata kerja lampau), fi’il mudhari’ (kata kerja sekarang) , mashdar (kata benda), , isim Fa’il (yang melakukan perbuatan), isim maf’ul (yang dikenai perbuatan) , fi’il amar (kata perintah), fi’il nahiy (kata larangan) dan bentuk kata yang lain.

Istilah Dasar Ilmu Sharaf

  1. wazan, memiliki makna timbangan, acuan, atau rumus.
  2. Mauzun, kata yang dibandingkan dan disandingkan dengan wazan.
  3. Tashrif, perubahan kata dari bentuk asal (kata Kerja) menjadi bentuk-bentuk yang lain.
  4. Fi’il Madhy (kata kerja lampau) فَعَلَ
  5. Fi’il Mudhari (kata kerja sekarang) يَفْعُلُ
  6. Mashdar (kata benda, kata dasar) فَعْلًا
  7. Isim Faa’il (subjek, pelaku) فَاعِلٌ
  8. Isim Maf’ul (objek) مَفْعُوْلٌ
  9. Fi’il Amar (kata kerja perintah) اُفْعُلْ
  10. Fi’il Nahiy (kata kerja larangan) ﻻَتَفْعُلْ
  11. Isim Zaman (kata penunjuk waktu)
  12. Isim Makan (kata penunjuk tempat),
  13. Isim Alat (nama alat).
  14. Tsulatsy adalah kata kerja yang tersusun dari 3 huruf asli contohnya كَتَبَ
  15. Ruba’iy adalah kata kerja yang tersusun dari 4 huruf asli. Contohnya دَحْرَجَ ‫
  16. mujarrad merujuk pada kelompok kata kerja tanpa adanya huruf tambahan apapun selain huruf aslinya.
  17. mazid merujuk pada kelompok kata kerja yang memiliki huruf tambahan selain huruf aslinya

Jenis Tashrif

1. Tashrif Ishtilahy adalah perubahan kata yang didasarkan pada perbedaan bentuk katanya.

2. Tashrif Lughawi adalah perubahan kata yang didasarkan pada perubahan jumlah dan jenis pelakunya

Wazan-wazan Tashrif

Dari 35 bab ini yang berlaku umum hanya 22 wazan bab; 6 wazan untuk kelompok tsulatsy mujarrad; 12 wazan untuk tsulatsy mazid, 1 wazan untuk ruba’iy mujarrad dan 3 wazan untuk ruba’iy mazid 11 . 13 wazan sisanya memilik rumus yang sangat rumit dan jarang sekali ditemukan penggunaannya dalam kalimat sehari-hari. Keduapuluh dua wazan yang umum digunakan ini terbagi menjadi empat kelompok:

1. Kelompok Tsulatsy Mujarrad , contohnya كَرَمَ (telah mulia) , عَلِمَ (telah mengetahui)

2. Kelompok Tsulatsy Mazid, contohnya اَكْرَمَ (telah memuliakan) , عَلَّمَ (telah mengajarkan)

3. Kelompok Ruba’iy Mujarrad , contohnya دَحْرَجَ (telah menggelincirkan)

4. Kelompok Ruba’iy Mazid, contohnya تَدَحْرَجَ (telah menggelincirkan)

 

Disalin dari DIKTAT PROGRAM BISA (BELAJAR ILMU SHARAF) 

Related Article
Komentar